Diagram alir
1. Pemilik Proyek (Owner)
Pemilik proyek atau pemberi tugas adalah orang atau badan yang memiliki proyek dan memberikan pekerjaan kepada pihak penyedia jasa dan yang membayar biaya pekerjaan tersebut. Pemberi tugas dalam surat perjanjian pemborongan adalah sebagai pihak pertama dan dapat mengambil keputusan sepihak untuk mengambil alih pekerjaan yang dilakukan, dengan cara menulis surat kepada kontraktor apabila terjadi hal-hal diluar kontrak yang ditetapkan dalam undang-undang didalam surat perjanjian kerja (Tumembow, 2016).
2. Konsultan
Konsultan perencana mempunyai peran dalam pengambilan keputusan dan sebagai translator dari kebutuhan pemilik dan arahan bagi pelaksana. Ide dan gagasan dari pemilik dituangkan dalam suatu dokumen perencanaan yang terdiri dari spesifikasi dan gambar untuk dilaksanakan oleh kontraktor. Kinerja konsultan perencana dapat diukur dari beberapa faktor yang ditinjau dari segi pembuatan dokumen, waktu, biaya dan kerangka acuan kerja (Wala, 2013)
3. Survei Kontruksi
Survei kontruksi dilakukan di awal dengan tujuan untuk melihat keadaan lapangan yang akan dijadikan tempat pembangunan, hal ini sangat berpengaruh dalam pengambilan keputusan dan pertimbangan lain terkait dengan pembangunan. Survei ini juga akan memberikan gambaran umum mengenai kondisi lapangan.
4. Pengukuran UAV/LIDAR/Terestris
UAV atau pesawat tanpa awak adalah sebuah mesin terbang yang dapat dikendalikan dengan kendali jarak jauh atau pesawat terbang tanpa satu pun kru pesawat yang mengendalikan didalamnya. Kontrol pesawat tanpa awak ada dua variasi utama, variasi pertama yaitu dikontrol melalui pengendali jarak jauh dan variasi kedua adalah pesawat yang terbang secara mandiri berdasarkan program yang dimasukan kedalam pesawat sebelum terbang (Wicaksono, 2009)
Pada umumnya UAV mirip seperti sebuah mainan kendali jarak jauh yang sering kita temui di toko–toko remote control namun UAV memiliki tingkat kerumitan komponen yang cukup tinggi dan memiliki harga yang jauh berbeda dari segi pembuatannya. Pembeda lainnya ialah bahwa UAV menggunakan gelombang radio berjarak seluas sekitar 2,4 GHz dan juga dapat di kontrol menggunakan smartphone karena memiliki chip komputer serupa arduino namun lebih kompleks yang terpasang pada UAV untuk dalam mengolah gambar dari hasil kamera yang yang terpasang padanya lalu mengirimkan hasilnya ke smartphone yang digunakan sebagai controller. Gambar yang di kirimkan oleh chip UAV bersifat real time yang berarti dapat kita kendalikan arah terbangnya sesuai dengan yang kita inginkan. Cara mengendalikannya pun mirip saat kamu memainkan game race pada gadget, kamu hanya perlu menggunakan telunjuk dan mengarahkan ke kiri atau kekanan. Kita juga bisa mengatur apakah video atau foto yang akan kamu ambil (Addila, 2018).
Pengukuran terestris adalah pengukuran yang dilaksanakan secara langsung di darat dengan menggunakan berbagai macam alat seperti WP, GPS, theodolite, dll.
Sistem LIDAR merupakan perpaduan antara LRF (Laser Range Finder), POS (Positioning and Orientation System) yang diintegrasikan dengan DGPS (Differential Global Positioning System), IMU (Inertial Measurement Unit) dan Control Unit. Prinsip kerja sistem LIDAR secara umum adalah sensor memancarkan sinar laser ke target di permukaan bumi, kemudian sinar laser tersebut dipantulkan kembali ke sensor. Berkas sinar yang kembali kemudian dianalisis untuk menge-tahui jarak dari sensor ke posisi obyek dan menghasilkan posisi 3 dimensi melalui data posisi dan orientasi dari sensor (Istarno, 2011).
Ketiga jenis pengukuran diatas akan menghasilkan suatu data yang akan dijadikan bahan dalam pembuatan peta topografi dengan terlebih dahulu melalui tahap-tahap pengolahan.
5. Pengolahan Data
Pengolahan data yang dimaksud adalah mengolah data foto udara menjadi peta topografi, untuk menghasilkan peta topografi yang mengandung unsur ketinggian dari foto udara diperlukan informasi ketinggian. Informasi ini belum diperoleh dari satu foto karena foto merupakan produk dua dimensi. Untuk mengembangkan foto menjadi produk tiga dimensi, diperlukan informasi ketinggian yang diperoleh dari proses stereoskopis dari pasangan foto yang overlap. Bagian overlap dari mozaik foto-foto ini akan menghasilkan pandangan stereoskopis atau tiga dimensi. Hal inilah yang akan dapat diekstrak menjadi garis kontur dan menciptakan peta topografi. Peta yang dihasilkan ada dua macam, yaitu peta mozaik foto dan peta topografi.
6. Peta Topografi
Peta topografi adalah peta yang memiliki informasi tentang ketinggian permukaan tanah pada suatu tempat terhadap permukaan laut, yang digambarkan dengan garis-garis kontur. Informasi topografi yang terdapat pada peta topografi dapat digunakan untuk membuat model tiga dimensi dari permukaan tanah pada peta tersebut. Dengan model tiga dimensi maka obyek pada peta dilihat lebih hidup seperti pada keadaan sesungguhnya di alam, sehingga untuk menganalisa suatu peta topografi dapat lebih mudah dilakukan (Rostianingsih, 2004). Peta topografi yang telah selesai akan dijadikan acuan dalam proses perencanaan selanjutnya.
7. Perencanaan Fisik
Setelah kita memiliki peta topografi, kita langsung bisa melaksanakan perencanaan fisik yakni wujud dari obyek yang akan dibuat (Bangunan, jalan, jembatan, dll). Perencanaan ini dapat meliputi dimana tempat yang sesuai untuk membangun, luas obyek, dan pertimbangan pembangunan lainnya.
8. Gambar Perencanaan Kontruksi
Langkah selanjutnya adalah membuat gambar perencanaan yang berisi gagasan seorang perencana yang bertujuan sebagai perangkat komunikasi perencana untuk owner atau si pemberi tugas sampai-sampai dia tau sejauh mana bangunan yang bakal direncanakan itu memenuhi kemauan dan kebutuhanya. Setelah itu akan dibuat gambar yang lebih menyeluruh dari gambar perencanaan sebagai pelengkap dokumen tender yang berisi uraian pekerjaan, spesifikasi teknis untuk lelang untuk para kontraktor, sehingga semua kontraktor dapat memahami dan menghitung analisa volume dan harga suatu gedung yang bakal dibangun (Informasi, 2018)
9. BOQ/RAB dan KAK
Bill of Quantity adalah estimasi biaya dalam suatu proyek konstruksi. Bill of Quantity ini berisikan tiga hal pokok yaitu deskripsi pekerjaan, kuantitas (volume) unit dan harga satuan pekerjaan. RAB adalah rancangan anggaran biaya yang dibuat oleh konsultan perencana sebagai dasar untuk melakukan kontrak kerja kontruksi. RAB juga merupakan gambaran awal dalam menentukan laba rugi perusahaan (Ahadi, 2013).
Kerangka Acuan Kerja atau Kerangka Acuan Kegiatan yang disingkat KAK adalah dokumen perencanaan kegiatan yang berisi penjelasan/keterangan mengenai apa, mengapa, siapa, kapan, di mana, bagaimana, dan berapa perkiraan biayanya suatu kegiatan. Dengan kata lain, KAK berisi uraian tentang latar belakang, tujuan, ruang lingkup, masukan yang dibutuhkan, dan hasil yang diharapkan dari suatu kegiatan (Haq, 2015).
10. Dokumen Lelang
Saat RAB dan KAK telah dibuat, maka proyek akan dilelang dan kita harus menyiapkan dokumen lelang yang berisi:
1. Undangan
2. Intruksi pada penawar
3. Syarat umum kontrak
4. Syarat khusus kontrak
5. Daftar kualitas dan harga
6. Spesifikasi teknis dan gambar
7. Bentuk surat penawaran
8. Bentuk jaminan penawaran
9. Bentuk kontrak (Surat perjanjian)
10. Bentuk jaminan pelaksanaan
11. Bentuk jaminan pemeliharaan
11. Lelang jasa (Konsultan dan Kontraktor)
Pelelangan akan diikuti oleh beberapa badan usaha konsultan dan kontraktor, konsultan sendiri akan bertugas sebagai perencana pembangunan, dan kontraktor sebagai pelaksana pembangunan, mereka akan bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
12. Pemenang Lelang (Konsultan dan Kontraktor)
Proses pelelangan akan dipenuhi dengan persaingan antara beberapa badan usaha, yang paling memenuhi syarat lah yang akan menjadi pemenang lelang serta berhak untuk menjalankan proyek yang telah dilelang sebelumnya.
13. Gambar rencana Kontruksi
Tahap selanjutnya adalah gambar konstruksi bangunan untuk memulai pembangunan (konstruksi) setelah pemilihan kontraktor. Gambar ini merupakan penyempurnaan dari gambar sebelumnya yang biasanya antara uraian pekerjaan, spesifikasi teknis dan gambar ada perbedaan. Gambar ini menjadi acuan untuk kontraktor untuk melaksanakan pekerjaan dan menjadi dasar pihak ketiga (Informasi, 2018).
14. Kick Of Meeting
Sebelum memulai suatu proyek baru, kita perlu melakukan suatu kegiatan penting yaitu mengadakan pertemuan perdana yang biasanya disebut dengan Kick Off Meeting. Jadi pada dasarnya, pertemuan perdana atau Kick Off Meeting adalah pertemuan resmi pertama sekelompok orang yang akan bekerjasama dalam sebuah proyek, yang dimaksud dengan sekelompok orang ini dapat berupa tim proyek dan pemangku kepentingan yang bisa saja berasal internal ataupun eksternal organisasi (Kho, 2019).
15. Pengukuran MC0
Pengukuran Mutual Check Nol merupakan penentuan pembuatan laporan dari semua jenis pekerjaan antara kontrak kerja dan kajian atau perhitungan teknis yang direncanakan dan akan dilaksanakan di lapangan.
16. Gambar MC0
Gambar Mutual Check Nol adalah hasil gambar dari pengukuran yang telah dilakukan.
17. Shop Drawing
Shop Drawing atau gambar kerja adalah gambar yang disiapkan oleh kontraktor dalam pelaksanaan proyek kontruksi yang akan dijadikan acuan dalam proses pelaksanaan proyek. Gambar kerja ini harus mendapatkan persetujuan konsultan atau owner, setelah itu akan didistribusikan ke personil lapangan yang membutuhkan gambar tersebut.
18. Pelaksanaan Kontruksi
Setelah gambar kerja telah disetujui, proses kontruksi dapat segera dilaksanakan, pelaksanaan kontruksi ini lebih banyak dikerjakan oleh Teknik sipil.
19. Mutual Check 25
Pengertian dari Mutual Check 25 sama seperti Mutual Check Nol yaitu pemeriksaan mutu, tetapi dilaksanakan saat perkembangan pelaksanaan proyek telah mencapai 25%.
20. Mutual Check 50
Pemeriksaan mutu disaat pelaksanaan proyek telah mencapai setengah dari target yakni 50% pengerjaan.
21. Mutual Check 100
Mutual Check 100 atau Mutual Check akhir dilakukan saat pembangunan telah selesai, data yang digunakan adalah data yang paling baru.
22. PHO
PHO atau Provisional Hand Over adalah serah terima pertama antara kontraktor pelaksana dan owner saat akhir selesai masa pelaksanaan konstruksi.
23. As Build Drawing
Gambar As Built Drawing dibuat oleh kontraktor/pelaksana pembuat bangunan, juga bisa perorangan ataupun perusahaan kontraktor bangunan yang berisi koreksi, perbaikan, revisi, dari gambar pelaksanaan yang ada, dikarenakan adanya permasalahan di proyek pada saat bangunan dikerjakan. Juga menerangkan pihak mana saja yang ikut mengerjakan proyek yang dibangun, diserahkan pada akhir proyek bangunan.
Pada tahap ini seorang surveyor akan melakukan pengukuran dan penggambaran ulang, lalu disamakan hasilnya dengan rencana awal.
Sumber :
Addila, F. (2018). Prinsip cara kerja sebuah UAV. Jakarta: www.zonaspasial.com.
Ahadi. (2013). Rencana Biaya Proyek Pembangunan. Retrieved from http://www.ilmusipil.com/rap-rencana-anggaran-biaya-proyek-pembangunan
Haq, A. A. (2015). Kerangka Acuan Kerja. Retrieved from http://www.wikiapbn.org/kerangka-acuan-kerja/
Informasi, K. (2018). Pengertian Gambar Konstruksi Bangunan dan Jenisnya. Retrieved from https://www.kanalinfo.web.id/pengertian-gambar-konstruksi-bangunan-dan-jenisnya
Istarno. (2011). Pembentukan Model Elevasi Digital Dari Data LIDAR dan Interpretabilitasnya Untuk Obyek Tutupan Lahan . Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.
Kho, B. (2019). Kick Off Meeting (Pertemuan Perdana) dalam Memulai Proyek Baru . Retrieved from https://ilmumanajemenindustri.com/kick-off-meeting-pertemuan-perdana-dalam-memulai-proyek-baru/
PPT Kuliah Survey Rekayasa II Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro.
Rostianingsih, S. (2004). Pemodelan Peta Topografi ke Objek Tiga Demensi. JURNAL INFORMATIKA Vol. 5, No. 1, 14-21.
Tumembow, W. (2016). Analisis Kontrak Kerja Owner Terhadap Kontraktor. Jurnal Sipil Statik Vol.4 No.5 (341-348) ISSN: 2337-6732.
Wala, M. (2013). Penilaian Kinerja Konsultan Perencana Bangunan. Jurnal Ilmiah MEDIA ENGINEERING Vol. 3, No. 2, ISSN 2087-9334 , (99-108).
Wicaksono, F. Y. (2009). Apa itu Foto Udara?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar